KURIKULUM
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hai semua.. Bertemu lagi diblog saya, kali ini saya akan membahas mengenai "KURIKULUM" karena kurikulum ini merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam pembelajaran disekolah. Baiklah langsung saja kita bahas tentang kurikulum.
*Pengertian kurikulum
Secara Etimologi istilah kurikulum (Curriculum) berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari 2 (dua) kata yaitu curir Pelarian dan Curere tempat terpacu. Istilah kurikulum itu sendiri juga berasal dari dunia olahraga terutama digunakan dalam bidang Atletik Pada zaman romawi kuno di Yunani. Sedangkan di Negara Perancis para ahli mengungkapkan bahwa kurikulum berasal dari kata courier Yang berati lari (to run). Dan Istilah kurikulum sendiri digunakan pertama kali di dunia olahraga yang diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh atletik atau seorang pelari. Istilah kurikulum ini dapat diartikan sebagai tempat mulai nya berlari sampai ke garis finish. Dalam dunia pendidikan kurikulum merupakan suatu rencana atau pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk dapat mencapai tujuan pendidikan. Jadi, dapat diartikan bahwa Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
*Pengertian kurikulum menurut para ahli
1. Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
2. Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans (1967): kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
3. Pengertian Kurikulum Menurut Beauchamp (1968): Kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973): Kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.
5. Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
6. Pengertian Kurikulum Menurut Kamil & Sarhan (1968), mereka berpendapat bahwa kurikulum ialah pengalaman yang didapatkan dalam dunia pendidikan, olahraga dan dunia seni baik di dalam maupun diluar sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan dan merubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan.
7. Pengertian Kurikulum Menurut Saylor dan Alexander (1966), mereka berpendapat bahwa kurikulum ialah usaha yang di lakukan sekolah agar timbul hasil belajar baik di sekolah maupun diluar sekolah.
8. Pengertian Kurikulum Menurut Oliva (1988), ia berpendapat bahwa kurikulum ialah sebuah rencana atau program yang menyangkut semua pengalaman yang dihayati oleh siswa.
*Komponen Kurikulum
Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para ahli pun berbeda pendapat mengenai komponen kurikulum yakni ada yang mengatakan 5, ada juga yang mengatakan 4.
1. Menurut Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu: (1) komponen tujuan; (2) komponen isi/materi; (3) komponen media (sarana dan prasarana); (4) komponen strategi dan; (5) komponen proses belajar mengajar.
2. Menurut Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu: (1) Objective (tujuan); (2) Knowledges (isi atau materi); (3) School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah) dan; (4) Evaluation (penilaian).
Walaupun ada beberapa pendapat yang berbeda, tetapi pada intinya komponen kurikulum itu sama yakni: (1) Tujuan; (2) Isi dan struktur kurikulum; (3) Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar), dan: (4) Evaluasi.
*Fungsi Kurikulum
Kurikulum sebagai alat dan pedoman pendidikan, maka isi kurikulum harus sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Dilihat dari cakupan dan tujuannya menurut McNeil (1990) isi kurikulum memiliki empat fungsi, yaitu sebagai berikut:
1 Fungsi Pendidikan Umum (Common and General Education)
Yaitu fungsi kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
2 Suplementasi (Suplementation)
Ialah setiap peserta didik memiliki perbedaan baik kemampuan, minat maupun bakat. Kurikulum sebagai alat pendidikan seharusnya dapat memberikan pelayanan kepada setiap siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.
3. Eksplorasi (Ekploration)
Fungsi ekplorasi memiliki makna bahwa kurikulum harus dapat menemukan dan mengembangkan minat dan bakat masing-masing siswa.
4. Keahlian (Spesialization)
Berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa.
Selain itu, Alexsander Inglis (dalam Hamalik, 2011: 13-14) juga mengemukakan ada enam fungsi kurikulum untuk siswa, yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi Penyesuaian
Kurikulum memiliki sifat mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.
2. Fungsi Integrasi
Kurikulum mampu menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.
3. Fungsi Diferensiasi
Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan kepada setiap peserta didik yang memiliki perbedaan masing-masing yang patut untuk dihargai.
4. Fungsi Persiapan
Sebagai alat pendidikan, kurikulum bekerja untuk membantu mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan berikutnya, serta untuk hidup bermasyarakat apabila peserta didik siap tersebut tidak melanjutkan pendidikannya.
5. Fungsi Pemilihan
Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.
6. Fungsi Diagnostik
Kurikulum bekerja untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat terus menggali potensinya dan memperbaiki kelemahannya.
*Asas Kurikulum
1. Asas Filosofi Kurikulum
Asas filosofis dalam penyusunan kurikulum, berarti dalam penyusunan kurikulum hendaknya berdasar dan terarah pada falsafah bangsa yang dianut. Falsafah atau filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosopis, philo, philos, philen yang berarti cinta, pecinta, mencintai, sedang Sophia berarti kebijaksanaan, kearifan, nikmat, hakikat, dan kebenaran.
Ada 4 fungsi filsafat dalam pengembangan kurikulum.
1. Filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan. Dengan filsafat sebagai pandangan hidup atau value system, maka dapat ditentukan mau dibawa kemana anak didik itu.
2. Filsafat dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
3. Filsafat dapat menentukan strategi atau cara pencapaian tujuan.
4. Melalui filsafat dapat ditentukan bagaimana menentukan tolak ukur keberhasilan proses pendidikan.
Jadi, Asas filosofis dalam pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah menentukan tujuan umum pendidikan.
2. Asas Sosiologi Kurikulum
Asas Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki berbagai gejala sosial hubungan antar individu dengan individu, antar golongan, lembaga sosial yang disebut juga ilmu masyarakat. Dunia sekitar merupakan lingkungan hidup bagi manusia. Masyarakat merupakan kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama hingga mereka mengatur diri mereka sendiri dan menganggap sebagai suatu kesatuan sosial.
perubahan masyarakat akibat perkembangan iptek merupakan faktor yang benar-benar harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Karena masyarakat merupakan faktor penting dalam pengembangan kurikulum, maka masyarakat dijadikan salah satu asasnya. Dalam hal ini pun harus kita jaga, agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau “society centered curriculum”.
3. Asas Psikologi Kurikulum
Asas psikologi sebagai asas pengembangan kurikulum yang didasarkan pada perkembangan jiwa dan perilaku peserta didik. Aspek psikologis dari para pembelajar dijadikan sebagai pijakan dalam perumusan kurikulum, sehingga menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik mulai dari tingkat kemampuan peserta didik, motivasi maupun minat peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum sehingga nantinya akan tercapai tujuan kurikulum secara optimal.
Menurut S. Nasution, asas psikologi dalam pengembangan kurikulum sangat diperlukan, terutama dalam : seleksi dan organisasi bahan pembelajaran, menentukan kegiatan pembelajaran yang paling serasi, serta merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. Oleh sebab itu, dalam mengembangkan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik itu harus dikembangkan.
Pada dasarnya terdapat dua cabang ilmu psikologi yang berkaitan erat dalam proses pengembangan kurikulum, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
a) Psikologi Perkembangan
Menurut J.P. Chaplin (1979) “psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi-psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan prilaku”. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam hal penentuan isi kurikulum yang diberikan/dipelajari peserta didik, baik tingkat kedalaman dan keluasan materi, tingkat kesulitan dan kelayakannya serta manfaatnya yang disesuaikan dengan tahap dan tugas perkembangan peserta didik.
b) Psikologi Belajar
Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam melakukan proses belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar.
4. Asas Teknologi Kurikulum
Ilmu pengetahuan dan teknologi satu sama lain tidak dapat dipisahkan, sebab ilmu pengetahuan yang hanya sebagai ilmu untuk bahan bacaan tanpa praktikan untuk kepentingan umat manusia hanyalah suatu teori yang mati. Sebaliknya praktik yang tanpa didasari oleh ilmu pengetahuan hasilnya akan sia-sia.
Kurikulum tidak boleh meninggalkan kemajuan teknologi pendidikan. Peningkatan penggunaan teknologi pendidikan akan menyebabkan naiknya tingkat efektivitas dan efisien proses belajar mengajar, yang selalu menonjolkan peranan guru terutama dalam memilih bahan dan penyampaiannya.
5. Asas Religi Kurikulum
Menurut Oemar Mohammad al-Toumy Al- Syaibany dasar agama dalam kurikulum pendidikan Islam jelas harus didasarkan pada al-qur'an, al-Sunnah, dan sumber-sumber yang bersifat furu' lainnya. Selain dasar agama terdapat pula dasar falsafah, psikologis, dan sosial.
Pendidikan yang berdasar pada agama Islam haruslah berusaha agar kurikulumnya menolong pelajar-pelajar untuk membina iman yang kuat dan sehat kepada Allah, demikian halnya harus menanamkan jiwa yang berpegang teguh kepada ajaran-ajaran agama dan akhlak yang mulia, dan menambahkan kesadaran agama dan melengkapinya dengan ilmu yang berguna bagi mereka di dunia dan akhirat.
kurikulum pendidikan Islam juga memiliki ciri-ciri khusus, diantaranya :
a. Dalam kurikulum pendidikan Islam, tujuan utamanya adalah pembinaan anak didik untuk bertauhid. Oleh karena itu, semua sumber yang diambil harus sesuai dengan ajaran Islam.
b. Kurikulum harus disesuaikan dengan fitrah manusia, sebagai makhluk yang memiliki keyakinan kepada Tuhan.
c. Kurikulum yang disajikan merupakan hasil pengujian materi dengan landasan al-qur'an dan As-sunnah.
d. Mengarahkan minat dan bakat serta meningkatkan kemampuan akhlak anak didik serta keterampilan yang akan diterapkan dalam kehidupan konkret.
e. Pembinaan akhlak anak didik, sehingga pergaulannya tidak keluar dari tuntutan Islam, dan
f. Tidak ada kadaluwarsa kurikulum karena ciri khas kurikulum Islam senantiasa relevan dengan perkembangan zaman bahkan menjadi filter kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya di dalam kehidupan masyarakat.
*Manfaat Kurikulum
1. Manfaat bagi guru, diantaranya :
*Bisa menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan dan juga menghasilkan hasil kegiatan dari pembelajaran.
*Bisa memberi pemahaman pada pengajar/guru dalam menjalankan menjalankan.
*Bisa mendorong untuk menjadi lebih kreatif dalam menyelenggarakan program pendidikan yang ada.
*Bisa membantu dalam hal pengajaran agar menjadi lebih baik.
2. Manfaat bagi sekolah, yaitu :
*Bisa mendorong sekolah untuk menyukseskan penyelenggaraan pendidikan KTSP.
*Bisa memberi peluang bagi sekolah plus dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
*Sebagai alat untuk mencapai tujuan dalam program pendidikan.
3. Manfaat bagi masyarakat :
*Bisa menjadi acuan standar bagi orang tua dalam ikut serta membimbing anaknya dalam belajar.
*Dengan kurikulum maka masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam mengembangkan program pendidikan, melalui kritik dan saran yang membangun dan menyempurnakan program pendidikan.
Sekian pembahasan KURIKULUM diblog saya ini, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar