Manajemen Sekolah

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Hai teman-teman.. bertemu lagi di blog saya, baiklah kali ini saya akan membahas mengenai "MANAJEMEN SEKOLAH", nah apa itu manajemen sekolah, sebelum kita bahas mari kita ketahui terlebih dahulu mengenai kata Manajemen dan Sekolah.

Manajemen ialah sebuah seni yang mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah organisasi atau bisnis melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan, dan pengawasan sumber daya dengan cara yang efektif dan efisien. Sebagaimana yang telah dikutip oleh Stoner tentang Manajemen secara umum yang dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Sedangkan sekolah ialah lembaga yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan  belajar-mengajar bagi para pendidik dan peserta didik dalam memberi dan menerima pelajaran sesuai dengan bidangnya. Sekolah juga bertujuan menjadi tempat bagi anak-anak untuk di didik agar bisa menjadi individu yang berguna bagi bangsa dan negara, karena itu sekolah menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam bangsa.

Manajemen sekolah ialah Suatu usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan belajar-mengajar yang optimal, serta upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi, dimana pengelolaan sekolah diberikan Kepada kepala sekolah, serta atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut” Sebagaimana telah dikutip Menurut James Jr. manajemen  sekolah adalah proses pendayagunaan sumber-sumber manusiawi bagi penyelenggara sekolah secara efektif.

Tujuan dari manajemen sekolah menurut Supriono Subakir ialah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi pendidikan di sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi sekolah untuk mengelola urusannya sendiri. Sedangkan menurut E. Mulyasa, tujuan Manajemen Sekolah adalah: 

a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. 


b. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. 

c. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Selain itu, Tujuan Manajemen Sekolah menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah : 

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. 

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah. 

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai

Jadi, dapat dikatakan bahwa manajemen sekolah memiliki tujuan untuk meningkatkan sumber daya yang ada disekolah baik itu efesiensi, mutu pendidikan, relevansi, pemerataan, serta meningkatkan bagaimana tanggung jawab dari sekolah dan meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah agar semakin baik kedepannya.

Fungsi manajemen sekolah sendiri ialah agar sekolah dapat mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah, salah satu nya dengan memberikan wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, agar staff guru dapat berinovasi dengan membuat hal-hal baru disekolah yang dapat digunakan dengan baik. Selain itu, dalam manajemen sekolah harus juga melibatkan berbagai pihak, baik itu lembaga, masyarakat, orang tua peserta didik, dan lain sebagainya. Dengan adanya kontrol dari masyarakat, serta berbagai pihak yang terlibat dan monitoring dari pemerintah, maka pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta dapat menghapuskan monopoli dalam pendidikan.

Selain itu, Manajemen sekolah sebagai proses pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan mutu dan kemandirian sekolah karena sangat diharapkan kepada kepala sekolah, guru dan personil lain disekolah serta masyarakat setempat dapat melaksanakan pendidikan sesuai dengan kebutuhan, perkembangan zaman, karakteristik lingkungan dan tuntutan global. Di dalam manajemen sekolah, pemberdayaan dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja sekolah agar dapat tercapainya tujuan bersama secara optimal, efektif dan efisien. Pada sisi lain, untuk memberdayakan sekolah juga harus ditempuh upaya-upaya memberdayakan peserta didik dan masyarakat setempat. terdapat delapan langkah pemberdayaan dalam kaitannya dengan manajemen sekolah, yaitu (1) menyusun kelompok guru sebagai penerima awal atas rencana program pembedayaan; (2) mengidentifikasi dan membangun peserta didik disekolah; (3) memilih dan melatih guru dan tokoh masyarakat yang terlibat secara dalam implementasi manajemen sekolah; (4) membentuk dewan sekolah, yang terdiri dari unsur sekolah, unsur masyarakat dibawah pengawasan pemerintah daerah; (5) menyelenggarakan pertemuan-pertemuan anggota dewan sekolah; (6) mendukung aktivitas kelompok yang tengah berjalan; (7) mengembangkan hubungan yang  harmonis antara sekolah dan masyarakat; (8) menyelenggarakan loka-karya untuk evaluasi.

Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah dibagi menjadi 4 yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia. 

1. Prinsip Ekuifinalitas ialah didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan bersama.

2. Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization) ialah bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. 

3. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri ialah Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke tingkat sekolah

4. Prinsip Inisiatif Manusia ialah peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, melainkan dinamis (berubah-ubah)

Menurut Husaini Usman, Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Manajemen Sekolah antara lain sebagai berikut: 

1) Komitmen, kepala sekolah dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya menggerakkan semua warga sekolah untuk ber Manajemen Sekolah.

2) Kesiapan, semua warga sekolah harus siap fisik dan mental untuk berManajemen Sekolah. 

3) Keterlibatan, pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak dalam mendidik anak. 

4) Kelembagaan, sekolah sebagai lembaga adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efektif. 

5) Keputusan, segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan. 

6) Kesadaran, guru-guru harus memiliki kesadaran untuk membantu dalam pembuatan keputusan program pendidikan dan kurikulum. 

7) Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasian dana. 

8) Ketahanan, perubahan akan bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholders sekolah

Karakteristik Manajemen Sekolah Menurut Bailey yang dikutip oleh Sudarwan Danim, berdasarkan gerakan reformasi “generasi keempat” ini tersimpullah kerakateristik ideal manajemen berbasis sekolah dan karakteristik ideal sekolah untuk abad ke-21 (school for the twenty-first characteristics), seperti berikut ini.

a. Adanya Keragaman dalam Pola Pengajian Guru 

Istilah populernya adalah pendekatan prestasi (Merit System) dalam hal pengajian dan pemberian aneka bentuk kesejahteraan material lainnya. 

b. Otonomi Manajemen Sekolah 

Sekolah menjadi sentral utama manajemen pada tingkat strategis dan. operasional dalam kerangka penyelenggaraan program pendidikan dan pembelajaran. 

c. Pemberdayaan Guru secara Optimal 

Dikarenakan sekolah harus berkompetisi membangun mutu dan membentuk citra di masyarakat guru-guru harus diberdayakan dan memberdayakan diri secara optimal bagi terselenggaranya proses pembelajaran yang bermakna.

d. Pengelolaan Sekolah secara Partisipatif 

Kepala sekolah harus mampu bekerja dengan dan melalui seluruh komunitas sekolah agar masing-masing dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara baik dan terjadi transparansi pengelolaan sekolah. 

e. Sistem yang Didesentralisasikan 

Dibidang penganggaran misalnya, pelaksanaan Manajemen Sekolah mendorong sekolah-sekolah siap berkompetisi untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau dari pemerintah secara kompetitif (block grant) dan mengelola dana itu dengan baik. 

f. Sekolah dengan Pilihan atau Otonomi Sekolah dalam Menentukan Aneka 

Pilihan. Program akademik dan non akademik dapat dikreasi oleh sekolah sesuai dengan kapasitasnya dan sesuai pula dengan kebutuhan masyarakat lokal, nasional, atau global. 

g. Hubungan Kemitraan (Partnership) antara Dunia Bisnis dan Dunia Pendidikan 

Hubungan kemitraan itu dapat dilakukan secara langsung atau melalui Komite Sekolah. 

h. Akses Terbuka bagi Sekolah untuk Tumbuh Relatif Mandiri 

Perluasan kewenangan yang diberikan kepada sekolah memberi ruang gerak baginya untuk membuat keputusan inovatif dan mengkreasi program demi peningkatan mutu sekolah.

i. “Pemasaran” Sekolah secara Kompetitif

Tugas pokok dan fungsi sekolah adalah menawarkan produk unggulan atau jasa. Karakteristik sekolah yang melaksanakan Manajemen Sekolah di antaranya : 

1) Proses pembelajaran yang efektivitasnya tinggi 

2) Kepemimpinan sekolah kuat 

3) Lingkungan sekolah aman dan tertib 

4) Pengelolaan tenaga kependidikan efektif 

5) Memiliki budaya mutu 

6) Memiliki tim kerja yang kompak, cerdas, dan dinamis 

7) Memiliki kewenangan (kemandirian) 

8) Partisipasi tinggi dari warga sekolah dan masyarakat 

9) Memiliki keterbukaan (transparansi) manajemen 

10) Memiliki kemauan untuk berubah 

11) Melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan 

12) Sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan 

13) Memiliki komunikasi yang baik 

14) Memiliki akuntabilitas 

15) Memiliki kemampuan menjaga keberlanjutan

Faktor Efektivitas,  Efisiensi dan Produktivitas Manajemen Sekolah ialah Efektivitas, efisiensi dan produktivitas manajemen sekolah harus sejak awal ditetapkan agar dapat diketahui dampaknya sejak dini terhadap pencapaian tujuan pendidikan pada umumnya, khususnya dalam merealisasikan berbagai program sekolah. Tetapi, ada perbedaan ketiga dimensi tersebut di atas, yaitu :

a.      Faktor Efektivitas Manajemen Sekolah

Dalam memahami efektivitas setiap orang memberi arti yang berbeda, sesuai sudut pandang, dan kepentingan masing-masing. Jadi, efektivitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju. Dengan kata lain, efektivitas adalah bagaimana suatu organisasi berhasil mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya dalam usaha mewujudkan tujuan operasional.

b. Faktor Efisiensi Manajemen  Sekolah

Efisiensi merupakan aspek yang sangat penting dalam manajemen sekolah karena sekolah umumnya dihadapkan pada masalah kelangsungan sumber dana, dan secara langsung berpengaruh terhadap kegiatan manajemen.

c. Faktor Produktivitas Manajemen Sekolah

Konsep produktivitas pada awalnya dikemukakan oleh Quesney, seorang ekonom Perancis pada tahun 1776. Oleh karena itu, wajar jika pengertian produktivitas senantiasa dikaitkan dengan nilai ekonomis  suatu kegiatan, yakni bagaimana mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya dengan dana sekecil mungkin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar