KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Hai.. kembali lagi dengan saya Ika Dini, Nim 11901336, PAI/4C.

Baiklah... Diblog saya hari ini, saya akan membahas mengenai "KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK". Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Karakteristik Peserta Didik, ada baiknya kita mengetahui apa itu Karakteristik Peserta Didik..? Jadi, pertama mari kita bahas tentang karakteristik.

Karakteristik ialah karakter atau gaya hidup secara umum yang telah dibawa sejak lahir dan dari lingkungan sekitar yang menjadikannya karakter yang relatif tetap dalam individu. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Piuas Partanto, Dahlan (1994) bahwa Karakteristik berasal dari kata karakter dengan arti tabiat/watak, pembawaan atau kebiasaan yang dimiliki oleh individu yang relatif tetap.

Peserta didik merupakan individu yang selalu mengalami perkembangan, jadi peserta didik akan terus mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan pengalaman, pembelajaran yang ada pada dirinya. Perubahan dalam diri peserta didik ialah untuk pengembangan dirinya sendiri dan juga ada untuk beradaptasi atau berinteraksi dilingkungan sekitarnya. Peserta didik juga disebut sebagai insan yang menarik, karena memiliki fisik dan psikis yang unik, dari berbagai potensi yang telah dimiliki oleh peserta didik maka guru masih harus memahami kemampuan peserta didik untuk mencapai kebutuhan untuk dalam perkembangannya yang sangat optimal.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik ialah aspek atau kualitas seorang peserta didik dari berbagai aspek yang ada dalam diri peserta didik yang dapat menahan dengan penataan pembelajaran yang meliputi kemampuan dari peserta didik, motivasi dalam pembelajaran, minat dalam mata pelajaran, pengalaman dari peserta didik, kemampuan sosial, kemampuan psikomotorik, keterampilan serta kemampuan dalam bekerja sama sehingga peserta didik dapat mempengaruhi pemilihan strategi pembelajaran.

Pemahaman terhadap Karakteristik Peserta didik sangat menentukan keberhasilan dalam pembelajaran melalui aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik serta materi atau pembelajaran yang didapat oleh peserta didik. Dari karakteristik peserta didik inilah yang menjadi pijakan atau tumpuan pengajar (guru) dalam menentukan proses pembelajaran, strategi pembelajaran serta seluruh aktivitas dalam pembelajaran.

Karakteristik peserta didik dibagi menjadi dua bagian dalam kemampuan awal peseta didik yaitu latar belakang akademik dan faktor-faktor sosial.

Latar belakang akademik

   Ialah pengalaman dalam bidang pendidikan dan prestasi yang diukir untuk suatu lembaga, latar belakang akademik ini dibagi menjadi 10 bagian yaitu : jumlah peserta didik, latar belakang Peserta didik, indeks prestasi, tingkat intelegensi, keterampilan membaca, nilai ujian, kebiasaan belajar/gaya belajar, minat belajar, harapan atau keinginan peserta didik serta lapangan kerja yang ingin disampaikan. Dari 10 karakteristik tersebut akan dibahas satu persatu yaitu :

Jumlah peserta didik

Pengajar (guru) harus mengetahui berapa jumlah dari peserta didik yang akan diajar, sehingga dapat mengetahui apakah kelas yang diajar, kelas yang besar atau kelas dalam jumlah sedikit. Jadi, para pengajar dapat memahami peserta didik dalam menentukan materi, metode, strategi, kegiatan pembelajaran dalam kelas, waktu yang akan digunakan dalam pembelajaran serta evaluasi setelah pembelajaran telah dilaksanakan. Untuk bisa menentukan semuanya maka pengajar (guru) dapat mengetahui jumlah peserta didik melalui bagian akademik.

Latar belakang Peserta didik

Guru harus memiliki pemahaman terdapat latar belakang pserta didik seperti latar belakang dari peserta didik tersebut apakah dari keluarga yang utuh, harmonis, serasi atau dari keluarga yang broken home , tidak utuh, atau yang lainnya. Selain itu dari latar belakang ekonomi peserta didik, tingkat hobi dan lain sebagainya yang akan menjadi penunjang dalam proses perencaan sistem pembelajaran. Untuk bisa mengetahui latar belakang dari peserta didik pengajar (guru) dapat diperoleh dari pengisian data atau biografi peserta didik.

Indeks prestasi

Prestasi peserta didik juga sangat penting diketahui oleh guru, karena akan berpengaruh pada materi yang akan disampaikan oleh guru, supaya materi yang diajarkan di dalam kelas dapat dipahami dan disesuai kan dengan kemampuan peserta didik seperti Materi yang disesuaikan dengan tingkat prestasi yang dimiliki, peserta didik yang memiliki tingkat prestasi yang homogen dapat ditempatkan dikelas yang sama dan guru dapat mempertimbangkan tingkat keluasan, kedalaman, kesulitan, kemudahan serta manfaat dan pemahaman dari materi yang disampaikan dengan prestasi yang dimiliki oleh peserta didik. Sehingga guru dapat mengetahui indeks prestasi peserta didik melalui nilai raport nya baik sebelumnya dan setelah seleksi kemampuan peserta didik yang telah diselenggarakan oleh lembaga.

Tingkat intelegensi

Dalam memahami tingkat intelegensi peserta didik dapat melalui dari tingkat pemahaman atau kemampuan mereka dalam menerima materi yang telah diajarkan oleh guru, dapat mengukur tingkat kedalaman dan keluasan dalam materi, Bahkan dengan memahami tingkat intelegensi peserta didik guru dapat menyusun materi, metode, media, serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi peserta didik. Tingkat intelegensi peserta didik dapat diperoleh melalui tes intelegensi peserta didik atau tes potensi akademik.

Keterampilan membaca

Keterampilan membaca peserta didik merupakan kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan atau memahami hasil dari bacaan yang telah mereka baca. Guru dapat mengetahui hal tersebut dengan melakukan tes bacaan atau tugas membaca serta menyimpulkan hasil bacaan dengan pemahaman peserta didik itu sendiri dengan batas waktu yang ditentukan.

Nilai ujian

Nilai ujian peserta didik dapat dijadikan acuan dalam melihat kemampuan peserta didik, untuk dapat mengetahui nilai ujian peserta didik sebagai kemampuan awal peserta didik, guru dapat melakukan ujian untuk mendapatkan kemampuan awal peserta didik terhadap mata pelajaran yang telah diampuh oleh guru yang bersangkutan

Kebiasaan belajar atau gaya belajar

Guru sebagai seorang pengajar harus dapat memahami gaya belajar dari peserta didik yang juga disebut dengan learning style sehingga dalam menyampaikan materi dapat diterima dengan baik. Jadi, gaya belajar harus sesuai dengan minat atau cara belajar yang disukai oleh peserta didik. Dalam proses pembelajaran, banyak para peserta didik yang mengikuti belajar pada mata pelajaran tertentu, diajar dengan menggunakan strategi yang sama, akan tetapi mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda.

Perbedaan dari peserta didik ini tidak hanya disebabkan oleh kecerdasan masing peserta didik. Karena dalam proses pembelajaran masing-masing dari peserta didik memiliki cara atau gaya belajar sendiri, seperti anak yang lebih suka membaca, sehingga jika diajarkan mata pelajaran dengan cara ceramah atau penjelasan audio akan lebih sulit bagi anak tersebut. Ada anak yang juga hanya bisa belajar dengan cara mendengarkan, sehingga pada saat diberikan visual maka anak tersebut akan sedikit kesulitan. Serta ada juga anak yang bisa belajar dengan audio-visual sehingga anak tersebut dalam lebih mudah memahami pembelajaran yang diberikan oleh pengajar. Sehingga guru harus dapat memahami karakter dari masing-masing peserta didik dengan cara mengumpulkan informasi dari peserta didik bisa melalui tes, biografi, dan lain sebagainya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Hisyam Zaini (2002) yang mengatakan bahwa gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan peserta didik mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan, mengorganisir, merespon, dan memikirkan informasi tersebut. Adapun prinsip efektivitas pembelajaran adalah kesesuaian pendekatan mengajar seorang guru dengan gaya belajar peserta didik.

Minat belajar

Minat belajar dari peserta didik juga harus diperhatikan oleh guru, karena minat dari peserta didik berbeda-beda sehingga hal ini dapat menjadi tolak ukur guru dalam memahami karakteristik peserta didik.  Dengan memahami peserta didik maka guru akan bisa memprediksi atau melihat tingkat antusias dari peserta didik terhadap pembelajaran atau materi yang disampaikan oleh guru. Untuk dapat mengetahui hal tersebut maka guru dapat membuat pengisian angket atau wawancara yang dilakukan oleh guru ke peserta didik, sehingga nantinya guru dapat merangkum hasil dari pengisian angket atau wawancara tersebut agar dapat menyampaikan pembelajaran sesuai minat peserta didik

Harapan atau keinginan peserta didik

Harapan atau keinginan dari peserta didik juga menjadi patokan atau acuan dalam pembelajaran yang akan disampaikan, hal ini dapat dilakukan dengan meminta pendapat dari peseta didik tentang bagaimana suasana belajar yang peserta didik inginkan, tujuan dari pembelajaran atau materi yang disampaikan, serta harapan kedepannya dalam proses pembelajaran.

Lapangan kerja yang ingin disampaikan

Lapangan kerja yang ingin disampaikan ini dapat dilakukan dengan pengisian angket sehingga guru bisa memperoleh informasi dari peserta didik agar guru dapat memotivasi, memberikan semangat serta bimbingan kepada peserta didik dalam memberikan jalan untuk peserta didik mencapai cita-cita yang ia inginkan.

Faktor-Faktor sosial

Usia

Usia menjadi faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam memahami karakteristik peserta didik, karena dengan memahami usia peserta didik akan sangat berpengaruh pada cara atau pendekatan dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan. Pendekatan belajar yang digunakan pada anak usia dini akan sangat berbeda dengan peserta didik diusia dewasa, karena porsi dari masing-masing peserta didik tersebut berbeda-beda. Jadi, sebagai seorang pengajar harus bisa menyesuaikan materi yang akan di ajarkan kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhannya

Kematangan

Kematangan dari peserta didik juga sangat menjadi patokan dalam proses pembelajaran, sehingga guru harus bisa memahami karakteristik peserta didik untuk dapat melakukan pendekatan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kesiapan masing-masing dari peserta didik, karena dalam ilmu psikologi pendidikan kematangan ini disebut juga dengan perkembangan. 

Rentangan Perhatian

Rentangan Perhatian peserta didik juga menjadi acuan atau patokan dalam pendekatan pembelajaran karena rentangan waktu merupakan jumlah waktu peserta didik dalam memahami, berkonsentrasi serta mendengarkan materi yang disampaikan oleh pengajar (guru). Sehingga dapat dipahami bahwa rentang perhatian peserta didik akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang diperoleh peserta didik dalam proses belajar

Bakat-bakat istimewa

Guru harus dapat memahami berbagai potensi yang dimiliki peserta didik itu berbeda-beda, sehingga dari perbedaan bakat atau potensi tersebut dapat dikembangkan lagi secara optimal.

Hubungan antara peserta didik

Membuat hubungan antara peserta didik harus dijalani dengan baik sehingga interaksi antara guru dan peserta didik, peserta didik dengan yang lainnya tidak lagi menjadi sebuah hubungan secara sepihak akan tetapi lebih jauh lagi merupakan hubungan emosional dan simpatik atau interaktif lewat proses belajar mengajar. Sehingga dengan memahami hubungan antar peserta didik akan lebih memudahkan guru dalam melakukan pengembangan pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran yang akan bertumpu pada kerja sama peserta didik dalam proses belajar.

Keadaan sosial ekonomi

Keadaan sosial ekonomi para peserta didik juga dapat membantu guru dalam memahami dan menentukan pendekatan sumber belajar, sehingga dapat diperhatikan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sumber belajar, yang menjadi akibat dari rendahnya ekonomi dalam keluarga, dengan adanya hal tersebut maka dibutuhkan kreatifitas guru dalam membuat atau menentukan sumber belajar dan media yang dapat dijangkau oleh peserta didik dan tersedia dilingkungan peserta didik sehingga dapat memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran.


Referensi : 

Anwar, Kasful. 2006. Media, Sumber Belajar dan Pusat Sumber Belajar. IAIN Jambi: Jambi.

Zaini, Hisyam. dkk. 2002. Desain Pembelajaran Perguruan Tinggi.IAIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta.


,


Komentar