Narasi inspiratif
sejarah pers kalbar & sultan hamid ll bersama Ahmad Sofian dan Hamid Al Qadrie Foundation.
Sedikit cerita singkat pengalaman saya mengikuti rundown acara "Pontianak Creative & Culinary Festival 2019" yang memperingati HUT Pontianak yang ke-248, yang dimana kami fokus pada acara bahas literasi, yang merupakan tugas mata kuliah bahasa indonesia, saya dan teman-teman pergi ke acara tersebut pada tanggal 18 oktober 2019, tepat pada hari jum'at, dan ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti acara tersebut, dimana saat memasuki tempat acara tersebut, kami melihat banyak pameran, dan berbagai macam buku yang dijual dan masih banyak hal lain nya.
Dan pada saat acara bahas literasi dimulai, pembawa acara mengatakan bahwa buku yang dipegang nya itu setebal 532 halaman yang merupakan gabungan dari 3 tesis/materi yang hasilnya dijadikan satu buku.
Dan ada satu penulis yang menjelaskan bahwa buku sultan hamid ll ini terbit pada tanggal 12 juli 2013, tepat 1 abad kelahiran sultan hamid 2, ia mengatakan "kami terbitkan buku ini hasil dari dewan korasi, hasil dari penelitian saya di universitas indonesia, terkait dengan tuduhan kasus pemberontakan, jadi kami dan teman-teman mendengar, oh sultan hamid ll perancang lambang negara, siapa itu? Sultan dari pontianak, kesultanan pontianak, sultan ke-7, yang kemudian memiliki begitu banyak peran dan jasanya kepada bangsa ini, bangsa indonesia, dan kemudian sekaligus menjadi toko yang konversional karena tuduhan pemberontakan yang ditujukan kepadanya pada tahun 1950" dari sini saya bisa mengetahui sejarah terbitnya buku ini dan sedikit sejarah tentang sultan hamid ll
Selanjutnya, pak sudirman memberitahu bahwa perancang lambang garuda itu ada dua yaitu muhammad yamin dan sultan hamid ll, tetapi hanya rancangan dari sultan hamid ll yang diambil, dimana lahirnya lambang negara/sah nya pada tanggal 11 februari 1950 dan lambang negara itu kan adalah burung elang yang dibawahnya bertuliskan bhinneka tunggal ika, yang dimana bhinneka artinya keberagaman, tunggal artinya satu, dan ika artinya itu, jadi lambang negara ini mencakup dari keberagaman bangsa indonesia yang menjadi satu atas dasar negara.
Serta lambang bintang yang merupakan cahaya itu, pak sudirman mengatakan artinya kita tahu bahwa cahaya itu, nur cahaya, pada surah ke-24 "sesungguhnya manusia dibimbing pada cahaya maka ia akan mendapatkan penerangan didalam hatinya" cahaya yang dimaksud ialah sifat-sifat Allah atau Asmaul Husna, yang dimana cahaya itu pun yang menerangi merah putih, dan pada saat kita membaca lambang negara itu dimulai dari kiri ke kanan.
Dari cerita yang dijelaskan oleh pak sudirman saya jadi banyak mengetahui sejarah-sejarah lahirnya lambang negara yang dibawa oleh sultan hamid ll, dan saya juga tak menyangka bahwa perumus lambang negara itu berasal dari pontianak, maklum karena saya jarang membaca buku sejarah, jadi pada saat saya berada di acara tersebut saya merasa beruntung bisa mengetahui sejarah tersebut.
Dan cerita terakhir yang saya ketahui dari pembawa acara yang mengatakan ada satu koran lama yang terbit dihari selasa, 7 juni 1936 tahun ke 3 nomor 63, berita tentang letnan sultan hamid menikah, yang berbunyi "sultan hamid al-qadrie telah kawin dengan metfaldenden, perkawinan nya berlangsung di malang".
Sungguh sangat menyenangkan dan bermanfaat bisa mengetahui sejarah-sejarah dari lambang negara ini, dimana sampai sekarang lambang negara ini masih digunakan, dan menjadi pemersatu bangsa indonesia, tanpa melihat ras, suku, bahasa, dan budaya yang berbeda-beda, kita tetaplah kita, kita indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang utuh bagi bangsa ini, serta berpikir lah dengan benar dan tepat, berpikir dengan hati.
Sekian narasi inspiratif dari saya.
Sedikit cerita singkat pengalaman saya mengikuti rundown acara "Pontianak Creative & Culinary Festival 2019" yang memperingati HUT Pontianak yang ke-248, yang dimana kami fokus pada acara bahas literasi, yang merupakan tugas mata kuliah bahasa indonesia, saya dan teman-teman pergi ke acara tersebut pada tanggal 18 oktober 2019, tepat pada hari jum'at, dan ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti acara tersebut, dimana saat memasuki tempat acara tersebut, kami melihat banyak pameran, dan berbagai macam buku yang dijual dan masih banyak hal lain nya.
Dan pada saat acara bahas literasi dimulai, pembawa acara mengatakan bahwa buku yang dipegang nya itu setebal 532 halaman yang merupakan gabungan dari 3 tesis/materi yang hasilnya dijadikan satu buku.
Dan ada satu penulis yang menjelaskan bahwa buku sultan hamid ll ini terbit pada tanggal 12 juli 2013, tepat 1 abad kelahiran sultan hamid 2, ia mengatakan "kami terbitkan buku ini hasil dari dewan korasi, hasil dari penelitian saya di universitas indonesia, terkait dengan tuduhan kasus pemberontakan, jadi kami dan teman-teman mendengar, oh sultan hamid ll perancang lambang negara, siapa itu? Sultan dari pontianak, kesultanan pontianak, sultan ke-7, yang kemudian memiliki begitu banyak peran dan jasanya kepada bangsa ini, bangsa indonesia, dan kemudian sekaligus menjadi toko yang konversional karena tuduhan pemberontakan yang ditujukan kepadanya pada tahun 1950" dari sini saya bisa mengetahui sejarah terbitnya buku ini dan sedikit sejarah tentang sultan hamid ll
Selanjutnya, pak sudirman memberitahu bahwa perancang lambang garuda itu ada dua yaitu muhammad yamin dan sultan hamid ll, tetapi hanya rancangan dari sultan hamid ll yang diambil, dimana lahirnya lambang negara/sah nya pada tanggal 11 februari 1950 dan lambang negara itu kan adalah burung elang yang dibawahnya bertuliskan bhinneka tunggal ika, yang dimana bhinneka artinya keberagaman, tunggal artinya satu, dan ika artinya itu, jadi lambang negara ini mencakup dari keberagaman bangsa indonesia yang menjadi satu atas dasar negara.
Serta lambang bintang yang merupakan cahaya itu, pak sudirman mengatakan artinya kita tahu bahwa cahaya itu, nur cahaya, pada surah ke-24 "sesungguhnya manusia dibimbing pada cahaya maka ia akan mendapatkan penerangan didalam hatinya" cahaya yang dimaksud ialah sifat-sifat Allah atau Asmaul Husna, yang dimana cahaya itu pun yang menerangi merah putih, dan pada saat kita membaca lambang negara itu dimulai dari kiri ke kanan.
Dari cerita yang dijelaskan oleh pak sudirman saya jadi banyak mengetahui sejarah-sejarah lahirnya lambang negara yang dibawa oleh sultan hamid ll, dan saya juga tak menyangka bahwa perumus lambang negara itu berasal dari pontianak, maklum karena saya jarang membaca buku sejarah, jadi pada saat saya berada di acara tersebut saya merasa beruntung bisa mengetahui sejarah tersebut.
Dan cerita terakhir yang saya ketahui dari pembawa acara yang mengatakan ada satu koran lama yang terbit dihari selasa, 7 juni 1936 tahun ke 3 nomor 63, berita tentang letnan sultan hamid menikah, yang berbunyi "sultan hamid al-qadrie telah kawin dengan metfaldenden, perkawinan nya berlangsung di malang".
Sungguh sangat menyenangkan dan bermanfaat bisa mengetahui sejarah-sejarah dari lambang negara ini, dimana sampai sekarang lambang negara ini masih digunakan, dan menjadi pemersatu bangsa indonesia, tanpa melihat ras, suku, bahasa, dan budaya yang berbeda-beda, kita tetaplah kita, kita indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang utuh bagi bangsa ini, serta berpikir lah dengan benar dan tepat, berpikir dengan hati.
Sekian narasi inspiratif dari saya.

Komentar
Posting Komentar